Perkembangan Fisik Remaja

Pubertas: adalah periode dimana kematangan kerangka dan seksual terjadi secara cepat terutama pada awal masa remaja. Pada fase remaja awal terjadi perubahan-perubahan fisik yang cepat dan menjadi makin sempurna pd remaja pertengahan dan akhir. Perkembangan fisik adalah dasar dari perkembangan psikis dan social. Pubertas ditandai dengan datangnya menarche dan polutsioPerubahan fisik yang terjadi : *

a.Pada Anak Laki-laki :

1. Pertumbuhan tulang-tulang
2. Testis (buah pelir membesar)
3. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap
4. Awal perubahan suara
5. Ejakulasi
6. Bulu kemaluan menjadi keriting, tumbuh kumis, jenggot, bulu ketiak dan bulu dada
7. Akhir perubahan suara

b.Pada Anak Perempuan:
1. Pertumbuhan tulang-tulang
2. Pertumbuhan payudara
3. Tumbuh bulu halus dan lurus berwarna gelap pada kemaluan, dan tumbuh bulu ketiak
4. Bulu kemaluan menjadi keriting
5. Haid

c.Hormon Seksual
c.1. Kelenjar pituitary (kelenjar bawah otak).
Kelenjar ini sangat kecil, letaknya disebuah rongga di bawah otak. Kelenjar Pituitary memproduksi :
– Hormon pertumbuhan → tulang-tulang
– Hormon perangsang pd pria : hormon yg mempengaruhi testis untuk memproduksi hormon testosteron dan androgen serta spermatozoa
– Hormon pengendali pd wanita yg mempengaruhi indung telur (ovarium) untuk memproduksi sel-sel telur (ovum) dan hormon estrogen dan progesterone.
– Hormon air susu yg mempengaruhi kelenjar susu wanita di masa menyusui

c.2. Testis (buah zakar)
Testis memproduksi :
– Hormon androgen dan testosteron → tumbuhnya tanda-tanda kelaki-lakian, mis; kumis, jenggot, otot yg kuat, suara yg berat dll.Testoteron menyebabkan munculnya birahi (nafsu seks, libido). Pada wanita testosteron juga diproduksi dlm jumlah yg kecil oleh indung telur.
– Spermatozoa (benih laki-laki). Diproduksi beratus-ratus juta setiap harinya sejak remaja hingga usia 60 –70 th.

 c.3. Ovarium (indung telur)

Indung telur memproduksi :
– Hormon progesterone → mematangkan dan mempersiapkan sel telur (ovum) hingga siap dibuahi. Jika sudah dibuahi progesterone mengembangkannya lebih lanjut menjadi janin.
– Hormon estrogen → munculnya sifat-sifat kewanitaan ( payudara membesar, pinggul membesar, suara halus, dll.) dan mengatur siklus haid. Diproduksi sejak usia awal remaja sampai usia berhentinya haid ( lebih kurang 45 th).
– Sel telur → sudah ada dlm indung telur dalam jumlah yg banyak. Dimatangkan satu persatu pd usia remaja, tiap 28 hari sekali, sel telur yang matang dilepas dari indung telur untuk selanjutnya di buahi oleh spermatozoa atau dikeluarkan bersama-sama haid.

* Kemasakan seksual (pubertas ) pada remaja terjadi secara personal, disebabkan oleh faktor2 berikut :
1. Keturunan
2. Intelegensi
3. Kesehatan
4. Gizi
5. Status social ekonomi keluarga
6. Ukuran tubuh/berat tubuh → sekitar 103 – 109 pond seseorang akan mengalami menstruasi atau polutsio
7. Bentuk tubuh : bentuk tubuh feminine lebih cepat mengalami menstruasi awal dibanding bentuk yang maskulin.
8. Dll

* Umumnya remaja putri lebih kurang puas dgn keadaan tubuhnya & memiliki lebih banyak citra tubuh yg negatif dibanding remaja pria selama pubertas
* Pubertas terlalu awal pada remaja putri berkibat :
1. memiliki reputasi yg kurang baik dikalangan teman-teman sebaya (teman putri), dianggap terlalu cepat dewasa
2. sering nampak agresif pada laki-laki
3. tuntutan masy. seringkali terlalu tinggi karena secara fisik dianggap sudah dewasa
4. biasanya banyak terlibat masalah, mis; prilaku merokok, drugs, depresi, gangguan makan, over demanding tentang kebebasan, memilki teman2 yg lebih tua , tubuh mereka cenderung mengundang laki2 untuk berkencan shg kadang mengalami pengalaman seksual lebih cepat (hamil di luar nikah, tertular penyakit kelamin), dll.

Note : remaja putri yg mengalami kemasakan seksual terlalu cepat diasosiasikan dengan berbagai masalah di atas karena implikasi dari ketidak dewasaan emosi social dan kognitif mereka, dikombinasikan dengan perkembangan fisik yang terlalu cepat menyebabkan mereka mudah terlibat dengan tingkah laku bermasalah, kurang memahami efek jangka panjang yang mungkin terjadi selanjutnya.

* Pubertas terlalu awal pada remaja putra berakibat :
1. Reputasinya baik, karena biasanya berprestasi dalam bidang atletik
2. Sering dipilih sebagai pemimpin
3. Percaya diri dan konsep diri cenderung positif
4. Populer diantara para gadis, karena biasanya mampu berinteraksi sosial dengan baik & penampilan meyakinkan
* Pubertas yang terlambat pada remaja putri berakibat :
1. memiliki reputasi yang baik karena dianggap tidak agresif pada lawan jenis
2. Mampu bergaul dan bermain dengan lebih baik dengan anak-anak
3. kadang dianggap menyimpang dibandingkan dengan anak-anak normal yang lain

* Pubertas yang terlambat pada remaja putra :
1. Jarang terpilih sebagai pemimpin
2. Kurang percaya diri karena kondisi tubuhnya yang kecil
3. Ditolak para gadis karena penampilan yang kurang meyakinkan
4. Menolak dirinya sendiri karena kurang mampu bersosialisasi secara meyakinkan.

PERKEMBANGAN KOGNITIF REMAJA

• Dalam perspektif Piaget ( Teori Perkembangan Kognitif), remaja berada dalam tahap berpikir operasional formal, dengan karakteristik :
1. Berpikir abstrak : landasan berpikir tidak hanya terbatas pada pengalaman nyata & konkrit
2. Berpikir hipotetis deduktif : menyimpulkan, menganalisa dan membuat sintesa-sintesa berbagai permasalahan dengan cara yg sistematis & logis.
3. Logis : tidak bertentangan dengan nalar / akal
4. Idealis : berpikir secara luas tentang karakteristik ideal berbagai hal; mis, diri sendiri, orang lain, situasi, dll; & remaja sering membandingkan dirinya dengan patokan ideal tersebut serta seringkali menemukan kesenjangan antara dunia idealitasnya dengan dunia realitas. Kesenjangan menimbulkan kekecewaan pada remaja dan adakalanya direspon dengan melakukan tindakan2 berisiko.
5. Obyektif

• Tahap berpikir operasional formal terbagi menjadi 2 sub tahap :
1. Tahap operasional formal awal : banyak terjadi asimilasi (menggabungkan informasi yg baru kedalam pengetahuan yg dimilikinya) dalam proses berpikir, sehingga dunia seringkali dipersepsi secara individualistis dan idealistis. Dunia realitas dipaksa untuk tunduk dalam skema idealitas remaja (indikasi egosentrisme remaja).
2. Tahap operasional formal akhir : Menguji hasil penalarannya pada realitas & banyak melakukan akomodasi ( menyesuaikan dirinya dengan informasi yg baru ) dalam proses berpikir → remaja menjdi lebih obyektif .

• Variasi individual perkembangan kognisi remaja seringkali disebabkan karena
1. factor pengalaman dan pengetahuan yang berbeda pada berbagai bidang kajian, mis : pada bidang seni si A dapat berpikir secara operasional formal dan pada bidang aljabar tidak → karena si A memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih baik & lebih familiar dibidang seni dibanding pada bidang aljabar.
2. faktor emosi, misalnya : interes, motivasi, komitmen, dll
3. intelegensi sebagai potensi / kemampuan sesorang individu untuk mempelajari sesuatu.

• Implikasi teori Piaget pada pendidikan:
1. Komunikasi dalam pendidikan : Pendidik diharapkan belajar memahami apa yg dikemukakan remaja agar dpt merespon dgn tepat gagasan mereka & mengetahui tingkat kemampuan kognitif remaja
2. Menjaga & meningkatkan motivasi remaja : curiosity remaja sangat tinggi. Pendidik harus memastikan bahwa tindakannya tidak mematikan gairah remaja untuk mencari pengetahuan, misalnya dng memberi kurikulum yang terlalu kaku shg mengganggu irama tempo belajar remaja

William Perry : remaja berpikir dengan cara dualistic /bipolar ( memandang dan memahami dunia dengan menggunakan pola dua kutub sederhana, mis : benar salah, baik buruk, hitam putih, aku kamu, dsb.

Kognisi social : bagaimana seseorang memandang dan berpikir mengenai diri & dunia social mereka. Perkembangan kognisi social remaja ditandai dengan egosentrisme yang memiliki 2 ciri khusus, yakni :
1. Imagery audience : keyakinan remaja bahwa orang lain memiliki perhatian yang amat besar pada dirinya, sebesar perhatian mereka sendiri pada dirinya. Gejala imagery audience terlihat pada berbagai perilaku mis, berbagai perilaku untuk menarik perhatian, keinginan agar kehadirannya diperhatikan & menjadi pusat perhatian → sering salah tingkah
2. Personal fable : keyakinan remaja bahwa dirinya adalah pribadi yang sangat unik dan tidak ada sesorangpun yang mampu memahami dirinya → untuk melegitimasi keunikan dirinya, remaja seringkali mengarang cerita penuh fantasi mengenai diri mereka, menenggelamkan diri dari dunia yg jauh dari realitas → sering muncul dicatatan harian remaja. Rasa unik diri ini berimplikasi pada munculnya invulnerability (keyakinan bahwa dirinya kebal terhadap dampak2 dari perilaku berisiko) shg memicu remaja meakukan tindakan-tindakan berisiko, misal; ngebut dijln, merokok, mengkonsumsi alcohol & narkoba, seks bebas, dll.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA REMAJA

• Pada masa remaja proses pengambilan keputusan semakin meningkat
• Remaja akhir lebih kompeten dalam mengambil keputusan dibandingkan remaja awal
• Kompetensi pengambilan keputusan meliputi aspek-aspek :
a. ada alternative pilihan
b. menguji situasi dari berbagai perspektif
c. antisipasi berbagai resiko keputusan yang diambil
d. mempertimbangkan kredibilitas sumber-sumber

• Hambatan dalam pengambilan keputusan yang kompeten pada remaja antara lain :
a. Pengalaman kurang
b. Peluang / kesempatan untuk mempraktekkan dan mendiskusikan masalah terbatas
c. Tidak adanya alternative pilihan, sehingga remaja gagal dalam mengambil keputusan yang realistic dan lebih baik.

000000

Jangan Lupa Komentarnya Yaa :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s