Teori Kepribadian ( Henry Murray )

Personologi Henry Murray
Pokok teori personologi
Terjadinya proses psikologis tergantung pada proses fosiologis. semua fenomena yang membangun kepribadian tergantung pada sistem syaraf pusat. Tanpa otak tak ada kepribadian. Otak memproses dan mengendalikan perasaan, kesadaran, ingatan , keyakinan, dan aspek kepribadian lainnya.
Prinsip mencakup semua hal. Semua tingkah laku bertujuan untuk memperoleh kepuasan dengan meningkatkan tegangan. Semakin tinggi seseorang menginginkan kesenangan akan semakin tinggi pula tegangan yang harus diselesaikannya. Tanpa tegangan manusia akan menjadi distress dan tiak bekembang.
Organisasi longitudinal. Kepribadian bersifat dinamis, di bentuk oleh setia even yang berlangsung sepanjang hayt. Jadi, disini pengalaman masa lalu, masa sekarang, dan tujuan di masa depan.

Struktur kepribadian
Id : berisi impuls-impuls yang dibawa sejak lahir. Impuls itu ada yang bersifat positif dan negatif, contohnya ; amoral, kenikmatan (libido), empati, cinta.

Ego : ego menjadi pusat pengatur tingkah laku, merencanakan tingkah laku secara sadar, dan mencari peluang untuk memperoleh kepuasan id yang positif.

Superego : sebagai internalisasi nilai-norma-moral kultural yang terus berkembang sepanjang hayat dan merefleksi pengalaman manusia menjadi lebih dewasa.
Unit-unit tingkah laku

1. Proseding
Adalah sepenggal waktu yang cukup untuk menyelesaikan pola-pola penting dari tingkah laku yang dinamis. Dengan kata lain proseding dapat diartikan sebagai suatu tujuan yang bervariasi untuk masa depannya yang telah direncanakan sedemikian rupa dengan target waktu yang telah ditentukan.

2. Serial
Adalah gabungan-gabungan proseding yang bervariasi untuk menuju pada tujuan utama. Contohnya ; ingin menjadi psikolog, maka prosedingnya harus melalui tahapan belajar, mengikuti pelatihan, dll.

Ordinasi, Abilitas, dan Prestasi
1. Ordinasi adl proses mental yang digunakan merencanakan suatu tindakan dalam mencapai tujuan yang diharapkan dan telah menempatkan pilihan rencana itu kedalam sebuah tatanan yang teratur. Ordinasi memiliki 2 komponen ;

  • program serial

penyusunan secara teratur atas sub-sub tujuan yang merentang ke arah masa depan dalam iangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan akhir yang diharapkan.

  • Jadwal

sarana-sarana untuk mereduksikan konflik di antara kebutuhan-kebutuhan dan objek-objek yang saling bersaing dengan melakukan peng aturan mana tindakan atau tujuan yang harus segera dilakukan atau yang dapat ditunda.

2. Abilitas dan prestasi adalah kemampuan dan ketrampilan, dan intelektual . Jadi abilitas dan prestasi merupakan bagian kepribadian yang penting sebagai kualitas diri yang dimiliki oleh orang yang berbeda-beda.

Dinamika Kepribadian

  1. Peredaan tegangan
  2. Kebutuhan
  3. Konsep tekanan-elaborasi

Perkembangan kepribadian

a. Kompleks kanak-kanak ; perkembangan bersifat longitudinal, bermula sejak lahir kematian. Masa kanak2 di bagi lagi menjadi 5 tahapan, setiap thpn memiliki kesan yg berbeda-beda, dan secara tak sadar akan mengarahkan TL pada perkembangan berikutnya.

Claustral complex
Hidup dalam kandungan sangat aman, tenang, sangat tergantung.
Ada tiga bentuk :

  1. Keinginan untuk berada seperti di kandungan
  2. Perasaan tidak berdaya, perasaan tidak mendapat bantuan di dalam kandungan
  3. Kompleks anti kandungan yaitu ketakutan kehabisan nafas dan terkurung

2. Oral complex
Ada tiga variasi :

  1. The oral succorance complex (kombinasi dari aktivitas mulut, kecenderungan pasif, kebutuhan untuk dibantu dan dilindungi → Need for oral gratification, drinking, dependency
  2. The oral aggression complex (kombinasi dari kompleks oral dengan aktivitas agresi dalam bentuk mengigit, meludah, membentak, atau bentuk agresi verbal) → Aggressive needs, problems with authority, stuttering
  3. The oral rejection complex (mencakup muntah, pilih-pilih makanan, dsb) → Low need for food, need to reject, need for seclusion & autonomy

3. Anal complex
Ada dua jenis :

  1. anal rejection complex (senang dengan defekasi, senang dengan kotoran atau barang yang mirip dengan kotoran) → Need for aggression, disorder, autonomy
  2. anal retention complex (tingkah laku retentif, menimbun, mengumpulkan sesuatu) → Need for order, possessiveness, cleanliness

4. Urethral complex
Ambisi yang berlebihan, kerusakan sistem self, ngompolan, sangat mencintai diri sendiri → Cathexis for fire, craving for immortality, narcissism. Disebut juga dengan Icarus Complex.

5. Castration complex
Kurang setuju dengan castration anxiety-nya Freud. Murray menjelaskan dengan lebih sederhana yaitu fantasi bahwa penis mungkin akan dipotong. Ketakutan berkembang dari masturbasi di usia anak yang diikuti dengan hukuman dari orang tua.

b. Perkembangan kebutuhan berprestasi
Orang yang berprestasi tinggi berbeda dengan orang yng berprestasi rendah. Perbedaan tersebut dapat di pengaruhi oleh ; pola pengasuhan anak dan Hubungan anak dg orang tua atau lingkungannya. 7 ciri memiliki prestasi tinggi :
1. Lebih kompetitif
2. Lebih bertanggung jawab terhadap keberhasilannya sendiri
3. Senang menetapkan tujuan yang menantang tetapi tetap realistik
4. Memilih tugas yang tingkat kesulitannya cukupan, yang tidak pasti apakah bisadiselesaikan
5. Senang dengan kerja interprenur yang beresiko tetapi cocok dengan kemampuannya
6. Menolak kerja rutin
7. Bangga dengan pencapaian dan mampu menunda untuk memperoleh kepuasan yang lebih besar, berprestasi di sekolah

c. Determinan perkembangan
Kepribadian adlah hasil kolaborasi antara proses kemasakan genetik dan faktor empirik. Kemasakan genetik disini adalah proses fisiologis yang dikendalikan oleh otak, genetik bersifat fundamental dibawa sejak lahir. Sedangkan empirik adalah proses interaksi individu dengan lingkungannya ; melalui proses belajar pada lingkungan.

1. Determinan kemasakan genetik adalah di mana seorang individu melalui tahapan sesuai dengan tahapan kritisnya pada usia tertentu.
Ex : tahap kritis seorang anak belajar berjalan

2. Determinan keanggotaan kelompok adalah kelompok atau lingkungan sosial mempengaruhi kepribadian individu.
Ex : keluarga, ras, bangsa, politik, agama, sosio ekonomi.
3. Determinan peran adalah sebagaimana peran yang dijalani oleh individu ;profesi.
Ex : Peran sebagai guru
4. Determinan situasi dapat diartikan juga sebagai pengalaman empirik yang dialami individu . Pengalaman itu bisa terjadi berulang kali/setiap hari (ex : hubungan dengan keluarga, teman) dan pengalaman yang hanya terjadi sekali (ex : kehilangn suami yang dicintainya ).
d. Belajar
Adalah hasil dari belajar terhadap pengalamannya yang dapat menentukan seseorang untuk bertindak pada peristiwa berikutnya. Faktor genetik potensi genetik seseorang (otak) berinteraksi dengan peristiwa yang pernah ia alami sebelumnya akan menentukan apa yang akan di pelajari pada waktu berikutnya.

 

One thought on “Teori Kepribadian ( Henry Murray )

  1. Ping-balik: TEORI-TEORI KEPRIBADIAN | nur chaerah

Jangan Lupa Komentarnya Yaa :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s