Attachment ( Kelekatan )

Teori  Attachment

– Mengamati tingkah laku dengan mengamati  “lingkungan yang diadaptasinya” ( lingkungan   

   dasar tempatnya berkembang ).

 Sikap kelekatan :

– Tangisan Bayi

 – Senyuman Bayi  

– Berceloteh           

– Menggenggam                   

– Menghisap

– Mengikuti  ke mana pun orangtua melangkah

– Proses berkembangnya kelekatan anak :

1) Respon sosial bayi tidak terpilah-pilah

2) Hanya kepada orang yang di kenalnya

3) Mengembangkan kesukaan yang mendalam pada seseorang yang khusus dan  mulai tidak nyaman dengan keberadaan orang yang tidak dikenal

4) Menjadi lebih banyak bergerak, berguling-guling, dan mengambil peran lebih aktif untuk mempertahankan kemelekatan figur terdekat yang utama

5) Memonitor gerak-gerik orangtuanya, dan tanda apa pun yang yang tiba-tib  bisa memicu respon mereka

– Bowlby mmbicarakan tingkah laku kemelekatan sebagai tindakan yang instingtif, namun dia

menggunakan istilah insting. Dalam artian tidak dalam keadaan sadar, bersifat bawaan.

Fase-Fase Kelekatan

 

1)      Dari lahir sampai 3 bulan : Respons tidak terpilah kepada manusia

–          Sejak lahir : Bayi menyukai suara manusia dan menatap wajahnya

–          Selama 3 minggu pertama atau lebih : bayi kadang-kadang menunjukan senyuman dengan mata tertutup ( biasanya saat mereka akan tertidur )

–          Usia 3 minggu : bayi mulai tersenyum kepada suara manusia ( ini memang senyum sosial, masih saja cepat menghilang )

–          Usia 5 atau 6 minggu : Senyum sosial yang paling serius dimulai. Bayi mulai tersenyum bahagia dan bisa melihat wajah manusia secara utuh.

–          Usia 3 bulan atau lebih : senyuma bayi tidak ditunjukan kepada siapa pun. Tetapi pada semua benda. Syaratnya hal yang di hadirkan di hadapannya dalam keadaan penuh.

  • Senyuman mendorong kemelekatan karna dapat mempertahankan kedekatan bayi dengan pengasuhnya
  • Celotehan bayi, seperti senyuman, adalah pemicu sosial yang berfungsi mempertahankan figur-ibu dalam kedekatannya dengan bayi, dengan mengajukan interaksi di antara mereka
  • Bayi menangis jika merasa sakit, lapar, dingin dan rasa tidak nyaman lainnya
  • Tiap orang boleh membelai-belainya untuk menghentikan tangisannya dan memenuhi kebutuhannya
  • Kedekatan juga dipertahankan lewat genggaman bayi

–          2 macam respon genggaman :

  1. Menggenggam secara refleks ( menyentuh telapak tangan bayi yang terbuka )
  2. Genggaman Refleks Moro ( bayi tertawa kecil karena suara berisik atau ketika dia kehilangan dukungan
  • Adanya Refleks Rooting dan menghisap ( Bowbly,,,, keduanya sebagai pola kemelekatan karena membawa bayi kedalam interaksi dengan sang ibu )

 

2)      3 sampai 6 bulan : Fokus kepada orang-orang yang dikenal

  • Usia 3 bulan : Tingkah laku bayi mulai berubah

–         Banyak refleks – termasuk refleks Moro, memeluk, dan Rooting

Akan menghilang secara perlahan.

–         Respon sosial bayi mulai lebih selektif

  • Antara 3 – 6 bulan :

–         Bayi  secara bertahap membatasi senyum hanya kepada orang-

Orang  yang dikenalnya. Jika tidak dikenal, ia hanya diam mena-

tapnya saja

–         Bayi lebih selektif dalam celotehan mereka

  • Usia  4  atau 5 bulan :

–         Mereka akan mendekat, mendeguk, dan berceloteh hanya

Kepada orang-orang yang dikenal saja

–         Tangisan mereka hanya bisa didiamkan oleh figur-figur yang di-

Kenal saja

  • Usia 5 bulan :

–         Bayi mulai menjangkau dan memeluk bagian-bagian tubuh kita

yang lain, khususnya rambut, namun hanya kepada orang yang

dikenal  saja

** Bayi mempersempit respon mereka kepada orang-orang yang dikenalnya

Saja.

** Bayi mengembangkan kelekatan kepada orang yang paling sigap

dengan sinyal mereka, dan yang terlibat dengan interaksi yang paling

menyenangkan mereka

3)      6 bulan – 3 tahun : kelekatan yang intens dan pencarian-pencarian yang aktif

  • Usia 6 bulan :

–         Kemelekatan bayi kepada orang tertentu menjadi semakin

intens dan eksklusif

**  Bayi menangis keras ketika figur ibu meninggalkan

Ruangan

–         Usia  7 atau 8 bulan : bayi menunjukan ketakutan terhadap

orang  Asing

** Segera menatap dengan waspada sampai  menangis

keras-keras ketika melihat orang asing

** Reaksi terkuat biasanya muncul ketika bayi merasa

sakit atau atau berada di tempat yang tidak

dikenalnya

–         Usia 8 bulan :

**  Bayi mulai merayap dan mulai bisa mengikuti orang

tua yang berjalan meninggalkannya

**  Bayi akan membuat upaya paling maksimal untuk

memperoleh kembali kontak dengan orang tua

yang tiba-tiba pergi

**  Sistem Penepatan – Tujuan ( Goal – Corrected 

                            System ) : Bayi memonitor dimana posisi orang

                            tuanya

**  Bayi Bayi memanggil orang tuanya dengan kualitas

penepatan-tujuan

–         Akhir tahun pertama :

** Variabel yang terpenting adalah model kerja umum

anak-anak mengenai figur-kemelekatan

4)      Usia 3 tahun sampai masa kanak-kanak :  Tingkah laku persahabatan

–         Telah memahami rencana dan dapat membayangkan apa yang akan dilakukan orang tuanya ketika pergi

Kelekatan Sebagai Pencetakan

Adalah proses bayi untuk mencetak pribadi seorang figur-ibu. Proses pencetakan pribadi itu dipicu oleh stimulus yang diberikan ibu kepada si bayi.

Perpisahan

Efek-Efek Perpisahan :

  1. Anak akan protes; menangis, menjerit, dan menolak semua norma

perawatan pengganti

  1. Anak melewati periode putus asa; anak-anak menjadi diam, menarik diri, tidak aktif, dan selalu dalam kondisi murung

Jangan Lupa Komentarnya Yaa :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s