Melatih Komunikasi Pada Anak Autis

AUTISGangguan Kualitatif pada interaksi sosial, misalnya terbatasnya kontak mata, tidak bermain dengan teman sebaya, tidak berbagi minat/kesenangan dengan orang lain.
Gangguan Kualitatif dalam komunikasi, misalnya terlambat bicara atau tidak bisa bicara sama sekali, penggunaan bahasa yang berulang atau tidak dapat dimengerti, bila mampu berbicara biasanya sulit memulai dan mempertahankan percakapan.
Minat dan tingkah laku yang terbatas, misalnya terpaku pada ritual tertentu, preokupasi pada benda tertentu, adanya gerakan stereotipik dan berulang (hand flapping, rocking).

APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS (ABA)

ABA merupakan pengembangan dari teori Skinner yaitu berdasarkan pemikiran bahwa belajar merupakan perubahan pada perilaku (overt behavior). Perubahan pada perilaku adalah hasil dari respon individu terhadap kejadian (stimuli / rangsangan) yang terjadi di lingkungan. Jika suatu pola stimulus-respon (S-R) tertentu diperkuat (diberi imbalan), individu terkondisi untuk berespon. Reinforcement (penguat/imbalan) adalah elemen kunci pada teori S-R Skinner.

PROSES TERAPI ABA

1. Asasment

  • Psikologis
  • Neurologis
  • Terapi

2. Rencana perlakuan
3. Pencatatan
4. Evaluasi dan terminasi treatmen

APLIKASI

Teaching session
Sebelum memulai latihan bicara, terapis melatih anak untuk patuh dengan instruksi-instruksi sederhana dan menirukan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh terapis
Program awal yang dijalankan adalah menirukan gerakan motorik kasar. Seperti tepuk-tanggan, angkat-tangan, dan sebagainya).

Mereka juga dilatih untuk menggunakan konsep-konsep abstrak yaitu ya/tidak, jamak, kata sifat, kata-depan, kata-ganti, lawan kata, dan hubungan waktu seperti permulaan / terakhir dan sebelum / sesudah.
Jika mereka telah menguasai konsep-konsep tersebut di atas, mereka diajarkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan dilibatkan pada percakapan sederhana.
Hal yang perlu di perhatikan adalah, setelah anak menguasai berbagai hal di dalam teaching-room dalam situasi one-on-one, maka perlu dilakukan generalisasi dalam hal subjek, objek, tempat, instruksi, dan respon. misalnya terapi dapat dilakukan di play ground, dan kebun binatang.
Selain itu perlu dilakukan setting yang lebih natural / alamiah, serta dilakukan pada kesempatan-kesempatan insidental / kebetulan.

Setelah anak bisa menirukan berbagai kata, maka digunakan / diintruksikan untuk menggunakan kata-kata tersebut untuk melabel (menyebut nama) berbagai hal.
Yaitu yang telah mereka ketahui / kuasai secara reseptif, yang memang dilatih sejak dimulainya tatalaksana perilaku, yaitu pada program-program melakukan identifikasi bagian tubuh, benda, orang-dekat, warna, bentuk, huruf, angka.
Selajutnya anak dilatih untuk membuat kalimat sederhana yang terdiri dari satu kata.
Seperti “siapa namamu?”, “berapa umurmu?”, dan sebagainya.
Anak dilatih menggabungkan kata-kata untuk membentuk kalimat sederhana seperti ‘mau kue”, “saya mau kue”, “mama, saya mau kue”, “ini adalah…” dan sebagainya.

Anak juga dilatih mengidentifikasi / memegang bagian-bagian tubuh, dan juga mengikuti perintah sederhana satu-tahap.
Hal ini tidak semata-mata supaya anak dapat mengetahui mana kepala, telinga, hidung, tanggan, dsb; tapi lebih ditujukan agar anak dapat mengikuti arahan-arahan lisan (auditory) yang memang merupakan salah-satu kelemahan / masalah penyandang autis.
Kemudian dilatih menirukan gerakan-gerakan motorik halus.
Dengan tujuan bila anak dapat mengikuti instruksi tersebut maka berarti anak telah lebih patuh dibandingkan sebelumnya.
Selanjutnya anak dilatih menirukan gerakan motorik mulut yang ditujukan sebagai persiapan bicara yaitu dalam hal kekuatan, ketepatan, dan kecepatan / kelancarannya. Caranya terapis melatih anak untuk menirukan suara sederhana seperti “a”, selanjutnya instruksi untuk menirukan suara-suara lain seperti “i”, “u”, “e”, “o”, kemudian suku-kata, dan akhirnya kata.

One thought on “Melatih Komunikasi Pada Anak Autis

  1. Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, fisioterapi, terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum dan pelatihan terapi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

Jangan Lupa Komentarnya Yaa :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s