Motivasi

1.      Pengertian

    Motivasi berasal dari bahasa latin yang berarti to move yakni bergerak atau berpindah sedangkan dalam bahasa inggris motivation yang berarti dorongan . Secara umum motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang timbul atau muncul dari dalam individu untuk melakukan sesuatu

2.      Macam Macam dan Teori Motivasi

  •   Untuk memahami istilah motivasi tersebut perlu dikemukakan beberapa teori:

a.      Teori Naluri

  • Teori naluri adalah kekuatan bilogis bawaan, yang mempengaruhi organism untuk berlaku secara tertentu dalam keadaan yang tepat.

b.      Teori Kebutuan

  • Motivasi herarki adalah manusia memotivasi bentuk suatu herarki dengan mengutamakan atau secara psikologis bertitik tolak pada dasar:

a.      Kebutuhan fisiologis: merupakan kebutuhan manusia paling mendasar karena bersifat primer.
b.      Kebutuhan rasa aman:Merupakan untuk dilindungi atau terhindar dari bahaya dan ancaman.
c.       Kebutuhan dicintai: meliputi kebutuhan akan dicintai. diperhitungkan akan keberadanya
d.      Kebutuhan penghargaan: kebutuhan akan penghargaan dari orang lain
e.       Kebutuhan aktialisasi diri: kebutuhan pengembangan diri

C. Tori Belajar

  •  Teori ini menekankan pada perilaku yang dipelajari dalam kaitanya berhubungan atau interaksi individu dengan orang lain atau lingkunganya.

d.      Teori Hedonisme

  • Istilah hedon dalam bahsa yunani berarti kesenangan atau kenikmatan. Menurut teori ini manusia pada hakekatnya adalah mahkluk yang mementingkan kehidupan yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan.

e.       Teori Berprestasi

  •  Menurut  Mc Callend adalah motivasi individu yang muncul karena adanya dorongan untuk berprestasi.

f.       Teori ERG

  •  Teori ERG adalah kebutuhan akan eksistensi, kebutuhan untuk berhubungan dengan pihak, kebutuhan akan pertumbuhan.

Gangguan Mental Organik (KOGNITIF)

  • Istilah gangguan mental organic dihilangkan karena dapat menimbulkan anggapan yang salah “ non organic” seperti misalnya skizofrenia ataupun depresi sama sekali tidak dilandasi oleh adanya gangguan pada otak.

1.      Dimensia

  • Dimensia adalah kemunduran fungsi mental umum. Secara umum dimensia dapat diartikan sebagai masalah dalam kemampuan intelektual yang biasanya memburuk secara bertahap dan sulit untuk diperbaiki.

a.      Penyebab Dimensia

  • Dimensia biasanya disebabkan oleh kondisi medis, misalnya otak terinfeksi syphilis atau HIV, cedera kepalah parah, penyakit parkitson, alzaimer.
  • Dimensia tipe alzhaimer ditandai oleh penurunan kognitif dengan onset yang bertahap  dan progresif,

1)      Perkembangan divisit kognitif multipel yang dimanifestasikan oleh naik

  • Gangguan daya ingat
  • Satu atau lebih gangguan daya ingat kognitif berikut:
    • Afasia (gangguan bahasa)
    • Apraksi (gangguan kemampuan untuk)
    • Agnosia  (kegagalan untuk mengenali benda)
    • Gangguan dalam eksekutif

2)      Devisit kognitif dalam kriteria diatas masing-masing dapat menyebabkan gangguan yang bermakna dalam fungsi social atau pekerjaan.

3)      Perjalan penyakit ditandai oleh onset yang bertahap.

  • Demensia Vaskuler

Demensia Vaskuler adalah tipe demensia paling sering ditandai dengan deficit kognitif yang sama dengan demensia alzhaimer.

  • Demensia Karena Penyakit Pick

Penyakit pick ditandai oleh atrofi yang lebih banyak dalam daerah frontotemporal.

  • Demensia Karena Penyakit Hungtington

Penyakit hungtington adalah panyakit haerediter yang disertai dengan degranasi progresif ganglia basalis dan kortek serebral.

  • Demensia Karena Penyakit Parkiston

Penyakit parkiston terutama ditandai oleh disfungis motorik tetapi gangguan kognitif termasuk dimensia.

Delerium

Delerium menunjuk pada sindrom otak organik karena gangguan fungsi atau metabolisme otak umum karena keracunan yang menghambat. Diketahui mempunyai banyak penyebab, semua menyebabkan pola gejala yang sama yang berhubungan dengan tingkat kesadaran pasien dan gangguan kognitif.

Penyebab Delerium

Delerium adalah penyakit pada saraf pusat (misalnya, epilepsi), penyakit sistemik (misalnya, gagal jantung), dan intoksikasi maupun putus dari agen farmakologis atau toksik.

b.      Diagnostik Menurut DSM-IV

Kriteria diagnostik untuk delirium karena kondisi medis umum adalah:

  1. Gangguan kesadaran (yaitu penurunan kejernihan kesadaran terhadap lingkungan) dengan penurunan kemampuan untuk memusatkan, mempertahankan atau mengalihkan perhatian.
  2. Perubahan kognisi (misalnya, devisit daya ingat, disorientasi, gangguan bahasa) atau gangguan perkembangan persepsi yang telah ada sebelumnya.
  3. Gangguan timbul setelah suatu periode waktu yang singkat (biasanya beberapa jam atau hari) dan cenderung berfluktuasi selama perjalanan hari.
  4. Terdapat bukti-bukti dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium bahwa gangguan adalah disebabkan oleh akibat fisiologis langsung dari kondisi media umum.
  • Kesadaran

Dua pola umum kelainan kesadaran telah ditemukan pada pasien dengan delirium. Satu pola ditandai oleh hiperaktivitas yang berhubungan dengan peningkatan kesiagaan. Pola lain ditandai oleh penurunan kesiagaan.

  • Orientasi

Orientasi pada waktu seringkali hilang, bahkan pda kasus delirium yang ringan. Orientasi terhadap tempat dan kemampuan untuk mengenali oarang lain. Pasien delirium jarang kehilangan orientasi pada dirinya sendiri.

  • Bahasa dan Kognisi

Pasien dengan delirium seringkali mempunyai delirium dalam bahasa.

  • Mood

Gejala yang paling sering timbul adalah kemarahan, kegusaran, rasa takut yang tak beralasan.

  • Persepsi

Pasien mempunyai ketidakmampuan umum untuk membedakan stimuli sensorik dan mengintegrasikan persepsi sekarang dan pengalaman masa lalu.

  1. Pengobatan penanganan pertama indivu pada ini adalah dengan mengecek masalah medis yang selama ini dialami oleh individu dan hal-hal yang mungkin menyebabkan munculnya gangguan tersebut.

3.      Amnesia

Amnesia adalah ketidakmampuan untuk mengingat informasi yang baru saja diterima didalam ingatan pasien. Informasi yang biasa dilupakan adalah tentang peristiwa yang menegangkan atau traumatik dalam mengingat seseorang.

a.              Diagnosis Amnesia Menurut DSM-IV

1)      Perkembangan gangguan daya ingat seperti yang dimanifestasikan oleh gangguan kemampuan untuk mempelajari informasi baru atau ketidakmampuan untuk mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya.

2)      Gangguan daya ingat menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan dan merupakan penurunan bermakna daritingkat fungsi sebelumnya.

3)      Gangguan daya ingat tidak terjadi semata-mata selama perjalanan suatu delirium atau suatu demensia.

4)      Terbukti dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium bahwa gangguan adalah akibat fisiologis langsung dari kondisi medis umum (termasuk trauma fisik)

b.      Macam-Macam Amnesia

1)      Amnesia Global Transien

Amnesia global transien ditandai dengan kehilangan secara tiba-tiba kemampuan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi atau untuik mengingat informasi baru. Pasien cenderung lebih ketakutan dan prihatin akan gejalanya dibandingkan pasien amnesia lainnya.

2)      Amnesia Pascacegar

Adalah gangguan Amnesia yang disebabkan oleh adanya trauma kepala. Gangguan amnestik yang disebabkan cedera kepala seringkali berhubungan dengan suatu periode amnesia retrograd sebelum kecelakaan traumatik dan amnesia terhadap kecelakaan traumatik sendiri.

3)      Amnesia Retrograd

Adalah amnesia yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengingat pengetahuan yang sebelumnya diingat.

4)      Amnesia Amterograd

Adalah perkembangan daya ingat yang ditandai oleh gangguan pada kemampuan untuk mempelajari informasi baru.

Jangan Lupa Komentarnya Yaa :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s